Tampilkan postingan dengan label Pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pribadi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012

Pribadi Yang Kuat


Banyak orang ketika mengalami sebuah masalah entah itu bisnis yang gagal, kehilangan pekerjaan, dicemooh orang lain, penolakan yang selalu menghampiri, atau mungkin hubungan dengan rekan yang kurang baik, membuat mereka akhirnya memasuki sebuah fase dimana stress, depresi, kehilangan semangat, larut dalam kesedihan, dan segala aktivitas yang berujung kepada kemunduran diri.
Tak satupun manusia jika ditanya menginginkan sebuah masalah terjadi di depan matanya. Semua pasti menginginkan yang indah dan kehidupan yang normal-normal saja. Tapi manusia hidup tak luput dari permasalahan. Bukan masalah yang harus diperdebatkan secara berkepanjangan, tetapi yang paling penting adalah apa yang kita lakukan terhadap masalah yang dialami.
Berikut tips-tips untuk menjadi pribadi yang kuat:

1.      Lakukan Segala Aktivitas dengan Ikhlas, Sabar, dan Syukur.
Apa pun yang kita lakukan awalilah dengan keikhlasan. Ikhlas berarti melakukan sesuatu tanpa pamrih. Yakinlah, ketika kita melakukan sesuatu dengan tidak ikhlas„ bersiaplah untuk kecewa. Kalau saja kecewa merupakan hasil dari sesuatu yang kita lakukan, penyakit stres pun akan menghampiri kita. Sekian persen energi kita akan terbuang percuma hanya untuk sebuah kekecewaan. Ikhlas akan menjauhkan kita dari kekecewaan. Ikhlas menjadikan kita memiliki kepedulian social yang tinggi. Apalagi keikhlasan tersebut dibarengi rasa sabar, akan membentuk pribadi yang tangguh, bijak, dan dewasa dalam bertindak.
Sabar dalam bertindak berarti kita melakukan sesuatu tanpa tergesa-gesa atau terburu-buru. Tidak ada suatu pekerjaan (aktivitas) yang dilakukan dengan tergesa-gesa akan menghasilkan hal yang menyenangkan. Biasanya ketergesagesaan akan melahirkan kekecewaan, sebab kita melakukan sesuatu tanpa perencanaan dan perhitungan yang matang. Kegundahan terus merasuki diri.
Sabar harus menjadi bagian hjdup kita. Rasa sabar akan menuntun kita selalu bertindak menjadi penebar kesejukan pada semua orang. Rasa sabar membantu kita mampu mengontrol emosi dengan balk. Kalau saja rasa sabar sudah menyatu dalam diri kita, rasa syukur pun akan menghiasi kehidupan kita. Ada semacam sandaran vertikal yang begitu kokoh yang selalu menuntun kita dalam setiap gerak dan langkah kehidupan.

2.       Berpikir Positif
Marah, kecewa, cemburu, iri, dan dengki adalah sumber stres. Karena itu kita harus menjauhinya. Berpikirlah positif terhadap siapa pun dan apa pun yang kita lakukan. Jangan kotori pikiran dan hati kita dengan hal-hal yang dapat merusak ketenteraman atau ketenangan diri. Selalulah mengambil hikmah dan hal-hal yang positif dari setiap aktivitas yang kita lakukan kepada siapa pun dan di mana pun.

3.      Kondisikan Hidup Menyenangkan
Beban hidup yang tinggi, masalah yang bertumpuk, dan tanggung jawab yang besar sering menjadi sumber stres. Jika ini terjadi, biasanya akal sehat kita terkalahkan oleh emosi. Jangan putus asa, kondisikan hidup ini menyenangkan. Anggaplah kita sebagai orang yang mampu memecahkan segala masalah dengan bijaksana. Selalulah berpikir bahwa kita ini termasuk orang yang memiliki pribadi yang menyenangkan.

4.      Santai
Lakoni hidup ini dengan hal-hal yang menyenangkan dan segarkan pikiran dari hal-hal yang menjemukan. Lepaskan diri dari kepenatan yang melanda. Berusahalah untuk mencuri waktu sejenak guna melenturkan otot saraf yang terasa menegang. Prinsipnya melakukan sesuatu jangan terlalu dipaksakan. Lakukan segala aktivitas secara terencana dan dalam keadaan santai.



5.      Menjaga Kesehatan
Menjaga kesehatan adalah hal yang penting dalam hidup ini. Sehat jasmani dan rohani akan berpengaruh pada kepercayaan diri kita dalam beraktivitas. Hanya orang sehat (jasmani dan rohani) yang mampu berkomunikasi dengan baik. Sehat jasmani tentu sangat didukung oleh pemahaman kita pada pola-pola hidup sehat. Kita senantiasa menjaga keseimbangan makanan. Tidak berlebihan atau tidak kekurangan.

6.       Istirahat
Tubuh memiliki keterbatasan daya tahan. Karena itu, jangan pernah meremehkan hak badan (istirahat). Istirahat yang cukup (7-8 jam) akan memberikan kesegaran tubuh. Istirahat adalah salah satu wujud kepedulian dan cinta kita pada diri sendiri. Tanpa ini berarti kita tidak mencintai diri sendiri. Istirahat sangat membantu memulihkan kondisi tubuh dan membantu kita untuk selalu tampil fresh (percaya diri).

7.         Sikapi Kegagalan Secara Wajar
Setiap aktivitas yang kita lakukan pasti mengandung risiko (apakah risiko yang menyenangkan atau menyebalkan). Yang agak sulit adalah menghadapi atau menerima kegagalan, sebab terkadang kita tidak siap menerima kegagalan. Bahkan tak jarang ketika kita harus menerima kegagalan seakan kita kehilangan energi untuk menghadapinya. Akibatnya, kita pun sering putus asa, menyerah atau pasrah pada keadaan. Padahal kegagalan adalah hal yang biasa dalam hidup ini clan tentunya juga harus disikapi secara wajar. Yang terpenting adalah setiap kali kita menemukan kegagalan kita mau mengevaluasi diri dan berusaha bangkit dari kegagalan tersebut.

8.      Peduli dengan Lingkungan
Menciptakan lingkungan yang kondusif adalah cara yang tepat menghindarkan diri dari munculnya stres. Peduli dengan lingkungan tidak hanya semata-mata menjaga kebersihan tetapi sejauhmana kita mampu menciptakan suasana yang kondusif dalam menunjang prestasi diri. Misalnya, gemar (aktif) melakukan kegiatan sosial atau membantu teman/ orang lain secara suka rela. Kepedulian terhadap lingkungan akan memberikan manfaat yang besar bagi hidup kita. Du-kungan yang besar akan selalu kita peroleh atau dengan kata lain lingkungan menjadi begitu bersahabat dengan kita ketika kita begitu peduli dengan lingkungan.

9.      Refreshing
Kehidupan ini yang begitu sarat dengan perubahan terkadang menyisakan persoalan-persoalan yang membutuhkan antisipasi diri. Keterbatasan kemampuan yang dimiliki manusia menyebabkan kita harus andai-pandai menyiasati keadaan. Bila tidak, kita akan menanggung akibatnya. Letih, lemah, lesu, atau capek dan sebagainya adalah potret diri yang menunjukkan adanya keterbatasan dalam diri kita.




Pustaka Terapi

Naafiah. A “ 99 Tips Praktis Berpikir positif” Mutiara Media
http://www.indomp3z.us/showthread.php/80426-Tips-Memiliki-Pribadi-Kuat

PRIBADI MENYENANGKAN DAN MENARIK


Menjadi pribadi yang mengasyikkan dan diterima di kalangan manapun adalah keinginan semua orang. Semua orang ingin disebut menarik, menjadi pusat perhatian, terkenal dan dikagumi banyak orang. Menjadi menarik dan menyenangkan merupakan obsesi kebanyakan orang. Menarik dan menyenangkan mencakup aspek fisik (lahiriah) dan non-fisik (meliputi: emosional, personalitas dan integritas pribadi)
Kuncinya, jadilah pribadi yang ramah dan jangan lupakan senyuman. Meskipun terkesan simpel, senyum merupakan tanda keramahan yang dapat membangun suasana dengan lawan bicara. Orang yang menarik dan menyenangkan membuat orang suka padanya dan selalu ingin dekat dan ingin melihatnya serta ingin berinteraksi dengannya. Orang yang memiliki daya tarik dan menyenangkan ibarat memiliki kekayaan yang tak ternilai harganya.
Pribadi yang menyenangkan pada dasarnya dimulai dari bagaimana kita menentukan sikap dan perilaku. Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpikir, berpersepsi, dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, atau nilai. Sikap berbeda dengan perilaku, tetapi lebih merupakan kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu terhadap objek sikap. Objek sikap bisa berupa orang, benda, tempat, gagasan, situasi, atau kelompok.
Selebihnya, dengan mengandalkan kecakapan komunikasi dengan lawan bicara. Kecakapan tersebut diantaranya:
1.      Sopan Santun
Selalu sopan dan baik terhadap orang lain menyebabkan kita menjadi menarik dan menyenangkan bagi orang lain tersebut. Bila bertemu dengan siapapun kita hendaknya "hangat" dan ramah kepadanya. Tegur sapa yang manis dan hangat, seperti : Halo...apa khabar, Selamat Pagi..., Selamat Siang..., dsb harus selalu kita ucapkan lengkap dengan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang tulus yang mencerminkan dan mewakili itu semua. Pada orang yang baru pertama kali kita kenal sebaiknya kita ucapkan : "Saya senang sekali bertemu dengan Anda..., Kapan-kapan kita bincang-bincang lagi..., dsb.
Orang-orang yang ingin tampil menarik, menyenangkan dan diperhatikan orang adalah orang-orang tidak akan pernah menyakitkan dan melukai hati dan perasaan orang lain. Bila hati orang sudah terluka maka akan sulit sekali untuk dapat sembuh dalam waktu yang singkat malah mungkin sekali sakit hatinya berubah menjadi api dendam yang membara yang sewaktu-waktu dapat meledak bagaikan bom neutron yang dahsyat.
2.      Keramah-Tamahan
Prinsip "SENTUHLAH HATINYA", haruslah DIPEGANG dan DIPAHAMI BETUL guna menimbulkan KESAN MENARIK dan MENYENANGKAN pada diri kita.
Sambutlah tegur sapa orang-orang : "Tiada hal yang senyaman kata-kata sambutan yang diberikan oleh orang lain dengan nada yang tulus dan riang".
Senyumlah kepada orang-orang : "Ada 72 otot yang diperlukan untuk mengerutkan dahi, namun hanya dibutuhkan 14 buah otot untuk tersenyum".
Panggillah orang dengan menyebut namanya : "Musik yang paling merdu dan syahdu di telinga siapapun adalah bunyi namanya sendiri...".
Bersikaplah bersahabat : "Bila anda ingin bersahabat, bersikaplah bersahabat..."
3.      Rasa Hormat
Kalau kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan mungkin akan menimbulkan ketegangan, sebab orang lain mungkin tidak menyukai cara-cara kita tersebut. Sebaliknya, kalau kita memperlakukan orang lain dengan cara sebagaimana mereka ingin diperlakukan maka hakekatnya kita telah menangkap inti dari fleksibiltas diri kita yang sebenarnya.
Menghormati orang lain, berarti belajar memperlakukan orang lain secara berbeda menurut kadar kebutuhan dan kepercayaan mereka bukannya menurut kadar kebutuhan dan kepercayaan diri kita sendiri. Hal ini bisa mengarah kepada pengertian moral dan penerimaan diantara individu-individu dan kelompok-kelompok.
Rasa hormat kepada orang lain, mungkin lebih mudah dipahami sebagai: "usaha mencari kepentingan umum yang dibagi bersama dan kemudian dikerjakan bersama-sama untuk mencapai hasil yang menang-menang”.
4.      Penuh Perhatian
Sikap penuh perhatian berarti menyadari "apa saja yang sedang berlangsung di lingkungan kita". Sikap penuh perhatian berhubungan dengan kemampuan membaca situasi yang tersirat. Ini bisa dimulai dari sesederhana memperhatikan  ketika  seseorang merasa bosan dan merasakan bahwa sekarang bukan saatnya untuk menyampaikan gagasan-gagasan kita.
Bersikap penuh perhatian berarti mengosongkan diri dari pemikiran-pemikiran diri kita sendiri secara subyektif (mampu melihat dari kaca mata orang lain) dan membuka wawasan dan pikiran untuk mau melihat segala hal di luar diri kita.
Orang yang penuh perhatian juga tahu kapan ia harus bertindak dan kapan ia tidak boleh bertindak. Orang yang tergolong penuh perhatian akan bermain dalam hal : kecenderungan, pola-pola, variasi dan kesempatan. Orang yang penuh perhatian akan memiliki sikap terbuka baik terhadap informasi yang masuk, gagasan ataupun saran-saran dari orang lain.
5.      Royalah Dalam Memberi Pujian
Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus.
6.      Buatlah Orang Lain Merasa Dirinya Sebagai Orang Penting
Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb.
7.      Jadilah Pendengar Yang Baik
Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.
8.      Usahakanlah Untuk Selalu Menyebutkan Nama Orang Dengan Benar
Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak.
9.      Hindari Kebiasaan Mengkritik, Mencela Atau Menganggap Remeh
Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat.
10.  Bersikaplah Asertif
Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata Ya, tetapi orang yang bisa berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu lebih dihargai dibanndingkan sikap Yesman.
11.  Perbuatlah Apa Yang Anda Ingin Orang Lain Perbuat Kepada Anda
Perlakuan apapun yang anda inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus anda lakukuan terlebih dahulu. Anda harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain.



Pustaka Terapi
Geldard, K., & Gildard, D. (2008). Membantu Memecahkan Masalah Orang Lain dengan TEKNIK KONSELING. Yogyakrta: Pustaka Pelajar.
http://www.dudung.net/artikel-bebas/pribadi-menarik-&-menyenangkan.html

KEKUATAN SENYUMAN


”Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, dan senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan, lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.” (Dil Karanji)
Senyum adalah salah satu cara manusia untuk berkomunikasi tanpa harus mengucapkan kata kata.Senyum pada hakekatnya adalah salah satu anugerah indah yang tuhan berikan.

senyum merupakan kebutuhan manusia yang sederhana dan gratis tapi memberikan dampak yang begitu besar pada diri kita.Senyum itu seperti setetes air yang bisa mehilangkan dahaga dan seperti udara segar didalam ruangan hampa yang kedap udara.
Betapa mudahnya melakukan hal tersebut, hanya butuh beberapa detik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum dan butuh beberapa detik pula untuk mempertahankan senyum untuk menjadikan sebagai ungkapan perasaan hati.
Tapi mengapa hal sederhana ini jarang sekali terlihat??? Dijalanan, di angkutan umum,bahkan ditempatan wisata pun yang seharusnya menjadi kebun senyum justru terlihat buram.Dikerutan wajah itu menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung oleh wajah wajah itu.
Sebenarnya senyum bisa mengubah suasana tidak nyaman menjadi nyaman.Dunia kita akan terasa indah bila kita gemar tersenyum.Dilingkungan kitapun akan terasa menentramkan bila kita banyak menemukan senyum disekeliling kita.
Senyuman adalah salah satu elemen terpenting dalam bahasa tubuh (body language) yang pasti kita miliki. Senyum menampakkan perilaku sederhana manusia, akan tetapi pada hakekatnya ia adalah perilaku yang kompleks nan rumit. Senyuman, secara psikis, terdiri atas berbagai jenis dan makna. Ada senyum yang jujur, palsu, menunjukkan kebosanan, kemunafikan, kegelisahan dan yang lainnya.

1.      Macam-macam Senyum
  1. Senyum Jujur
Senyum yang jujur, sejati, dan putih dianggap sebagai piranti valid yang mengekspresikan kesenangan yang spontan, kegembiraan, dan kejujuran perasaan. Senyum jujur adalah surga yang jernih, semerbak harum kehidupan, motivasi kedamaian yang dikirimkan kepada ruhani, serta pengobat luka hati. Harga sebuah senyuman yang jujur lebih mahal daripada harga emas dan intan permata.
Tiada kehidupan tanpa senyuman. Satu senyuman telah cukup untuk memperindah hati dengan perhiasan ikhlas. Satu senyuman yang jujur sudah memadai untuk menjadikan hati mampu membumbung tinggi menuju alam yang aman. Satu senyuman yang jujur sudah cukup untuk menjadikan kehidupan menjadi damai.
1)      Senyum yang jujur adalah pelipur lara bagi hati, ketika dia terluka.
2)      Senyum yang jujur adalah ‘jimat’ yang mampu menghancurkan batu disaat sulit.
3)      Senyum yang jujur adalah kembalinya harapan diantara hati yang remuk redam antara   perdebatan.
4)      Senyum yang jujur adalah kalung penyambung antara hati dan bibir.
5)      Senyum yang jujur adalah bahasa yang jelas dan indah, tidak perlu diterjemahkan lagi.
6)      Senyum yang jujur adalah symbol pemberian, landasan bagi orang-orang yang mencintai  kebaikan yang berlimpah, dan karakter orang-orang mulia.
7)      Senyum yang jujur adalah jarring hati.
8)      Senyum yang jujur adalah yang dimaksud Nabi Muhammad SAW dengan sabdanya:
“tersenyumlah kamu dihadapan saudaramu itu bernilai sedekah untuk dirimu”.
9)      Senyum yang jujur adalah senyum yang menenangkan anak muda dan membangkitkan kehangatan hati orang tua.
10)  Senyum yang jujur adalah senyum yang mendekatkan orang yang jauh dan menenangkan orang takut yang meminta perlindungan.

b.      Senyum Palsu
Senyum palsu adalah senyuman yang terjadi ketika seseorang memaksa dirinya untuk bermanis muka atau terpaksa melakukannya untuk menyelamatkan diri dari kondisi yang tidak menyenangkan. Senyum ini tidak menunjukkan kasih sayang dan cinta.

2.      Kebaikan Senyum
a.       Senyum membangkitkan spirit
“Senyum dengan manusia itu bagaikan matahari dengan sinar. Sesungguhnya senyuman itu walaupun ringn dan sepele, tetapi bila ditebarkan sepanjang hayat niscaya akan menghasilkan kesan baik yang tak pernah terbayangkan dahsyatnya”. (Edison)
Tersenyumlah saat menghadapi musibah dan jangan bosan, jangan berkeluh kesah, semua kondisi akan berakibat baik untuk kita. Kita adalah orang yang kuat, lebih kuat dari sangkaan orang lain terhadap kita.
b.      Senyum mengukuhkan rasa percaya diri
Sekarang, lihatlah kecermin dan tersenyumlah! Berusahalah untuk tersenyum dengan seluruh wajah dan arahkan pandangan menuju titik senyuman, maka akan mendapati senyum itu menyinari wajah. Bersahabatlah dengan senyummm, lakukan dan latihlah diri untuk tersenyum manakala berhadapan dengan orang banyak, karena senyum merupakan suatu tanda yang paling jelas pada diri orang yang memiliki rasa percaya diri tinggi.
c.       Senyum adalah sedekah tanpa uang
“Senyumanmu dihadapan saudaramu itu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi).
Seperti yang kita ketahui bahwa sedekah itu sangatlah besar pahalanya, hingga tak layak bagi orang yang berakal untuk meremehkannya.
d.      Senyum adalah jalan menuju sehat psikis dan jiwa
Senyum yang jernih dan jujur dapat meringankan kegelisahan, membuat seseorang menjadi optimis, dan mampu berinteraksi secara positif dalam menghadapi masalah.
e.       Senyum menyehatkan fisik dan raga
Orang yang tersenyum atau berbahagia dapat mengaktifkan peredaran darah dan membantu menstabilkan tekanan darah, sehingga baik untuk jantung.
f.        Senyum untuk kecantikan wajah
Senyum merupakan senjata efektif untuk mencegah pengerutan pada wajah, karena pada saat tersenyum hanya menggerakkan enam urat saraf sehingga akan membuat rileks pada urat wajah.

3.      Manfaat Senyum
a.       Dari Sisi Kesehatan
1)      Sama dengan olahraga
2)      Mengurangi infeksi paru-paru
3)      Mengurangi sakit jantung
4)      Meningkatkan semangat dan kesehatan
5)      Mengurangi dua hormon dalam tubuh yaitu eniferin dan kortisol
6)      Mempercepat proses penyembuhan penyakit
7)      Mengurangi rasa nyeri atau sakit
8)      Obat awet muda
b.      Dari Sisi Psikologi
1)      Mengurangi stress
2)      Meningkatkan kekebalan secara psikologis
3)      Menjadi lebih rileks
4)      Memberi kesan berseri dan optimis
c.       Dari Sisi Agama
1)      Merupakan sedekah
2)      Obat rohani
3)      Tanda kemurahan hati
d.      Dari Sisi Penampilan
1)      Menambah daya tarik
2)      Memperbaiki penampilan
3)      Menunjukkan kebahagiaan
4)      Lebih disegani

4.      Perbedaan Senyum dengan Tertawa
Adakah perbedaan antara tertawa dan tersenyum ???
Jawabannya adalah “ada”, diantaranya:
a.       Senyum itu merupakan kondisi yang kontinu, dan salah satu jenis tertawa yang sopan.
Tertawa adalah kondisi yang kurang sopan dan bersifat kontemporer
b.      Senyum yang jujur itu merupakan reaksi dari kegembiraan.
Tertawa bias jadi merupakan reaksi dari kepedihan.
c.       Senyum yang jujur itu muncul dari rasa puas dan ridha.
Tertawa itu biasa muncul sebagai akibat dari keadaan tiba-tiba dan tak terduga.
d.      Senyum itu biasanya bertahan dalam waktu yang lama.
Tertawa itu hanya terjadi dalam tempo yang singkat, kemudian hilang.
e.       Senyum merupakan tanda tawadhu’ (sikap rendah diri).
Tertawa (apabila sampai terbahak-bahak) kadang menjadi indikasi adanya kesombongan pada orang tersebut.
f.        Senyum tetap menjaga adab gerak sederhana yang menampakkan ujung-ujung gigi.
Tertawa biasanya melewati batas tersebut, hingga menampakkan katup pangkal tenggorokan.
Itulah senyum... 
Ia sederhana, tapi dahsyat luar biasa. 
Ia kecil, tapi bermakna raksasa. 
Ia mudah, tapi sangat berharga. 
Karenanya,....
Tersenyum lah saudara
Nikmati keajaiban-keajaiban dalam hidup anda.
Dan...
Bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita.
Bukankah indah bila kita banyak menerima senyum dan bukankah akan lebih indah lagi bila kita yang memberi senyum. Karena itu, tersenyumlah.



Pustaka Terapi
Abul, A. (2009). The Magic Smile. Surakarta: Al-jadid.
http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/20/senyum/